Remaja Berencana, Remaja Cerdas Menentukan Jalan Hidupnya

Diposting pada: 2017-05-24, oleh : Iwan Purnaman, Kategori: Sekolah Adiwiyata

SALAM GENRE!!!

Oleh

Restiana

Kelas XI IPS 5

 

Selamat datang di web kami!!! Bagaimana gerangan kabar saudara se-bangsa dan setanah air? Syukur kalau selalu kabar baik yang sekarang kini terucap lirih dalam hati.

Kini di artikel perdana kami, akan mengupas mengenai problematika remaja yang sedang marak terjadi di Indonesia. Ya, remaja adalah tulang punggung suatu bangsa. Atau ada juga pendapat bahwa remaja merupakan pondasi berdirinya suatu bangsa untuk menjadi bangsa yang lebih maju dan sejahtera. Lantas siapakah gerangan remeja itu? Menurut WHO yang disebut remaja adalah mereka yang berada pada masa transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa. Yakni dari usia 12-24 tahun. Lalu, menurut Menteri Kesehatan RI tahun 2010, batas usia remaja adalah antara 10 sampai 19 tahun dan belum kawin.

Mengapa remaja dikatakan tulang punggung suatu bangsa? Khusunya di Indonesia? Karena Indonesia adalah negara yang didominasi oleh penduduk remaja. Jumlah remaja-mahasiswa ± 64 Juta atau 27,6% dari jumlah penduduk (SP 2010). Oleh sebab itu, kalau penduduk terbanyaknya saja tidak berkualitas, maka siapa lagi yang akan membangun bangsa ini? Kakek dan nenek sudah sepuh, bahkan untuk berjalan saja mereka sudah tidak sanggup. Sedang mempersiapkan diri untuk bekal mereka berpulang nanti.

Nah, maka dari itu disini pentingnya remaja yang berencana, remaja yang cerdas dalam menentukan jalan hidupnya. Jangan terjerat oleh zaman yang semakin hingar-bingar di era modernisasi seperti sekarang ini.  Sudah pasti, remaja yang tidak cerdas dan tidak mampu dalam memilah juga memilih mana yang baik dan mana yang buruk akan terjebak dalam berbagai masalah. Seperti, pergaulan bebas yang menyebabkan remaja terjebak ke dalam seks bebas pula, NAPZA, atau bahkan HIV/AIDS juga menjadi peluang besar bagi para remaja. Dan ironisnya lagi, kehamilan yang tidak diinginkan kini menjadi hal yang biasa terdengar oleh kuping para bidan-bidan setempat. Hal itu terjadi akibat lemahnya remaja di era modern ini. Semakin bebasnya teknlogi sehingga menjadi acuan utama merusak mindset atau persepsi para remaja. Terlalu dimanjakan dengan teknologi yang mengalir dengan arus yang sangat deras sehingga para remaja sendiri bahkan kewalahan untuk membatasi diri.

Lalu orang tua juga berperan penting dalam membimbing putra-putri mereka. Mendidik mereka sampai mereka beranjak dewasa dan berhasil terbebas dari arus zaman yang dapat mejerumuskan para generasi bangsa. Mengapa orang tua terlibat dalam urusan remaja? Tentu. Hal ini terkait dalam UU No 52 Tahun 2009 Pasal 47, yaitu :

  1. Pemerintah dan pemerintah daerah menetapkan  kebijakan pembangunan keluarga melalui  pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
  2. Kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimaksudkan untuk mendukung keluarga agar dapat melaksanakan fungsi keluarga secara optimal.

 

Demikian lah informasi yang dapat kami berikan, remaja adalah bibit utama dalam pembagungan suatu bangsa. Yang akan beranjak dewasa kemudian menjadi pemimpin negara. Maka, mulai dari dini lah remaja perlu berencana. Menyusun cita dan mimpi setinggi angkasa. Tanpa harus terjebak maraknya arus zaman yang semain porak-poranda.

 


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

Forum Multimedia Edukasi  www.formulasi.or.id
Apakah Website Sekolah ini bagus ?
Bagus sekali
Bagus
Kurang Bagus
Tidak Bagus
 
82286 Total Hits Halaman
28567 Total Pengunjung
94 Hits Hari Ini
9 Pengunjung Hari Ini
1 Pengunjung Online

Komunitas Edukasi

Forum Multimedia Edukasi www.formulasi.or.id