Sampah Berkah dan Herbal Toga Samakta

Diposting pada: 2016-04-16, oleh : Iwan Purnaman, Kategori: Sekolah Adiwiyata

Oleh: Tresna Yunia Damayanti

Samakta, begitu sapaan SMAN 2 Pandeglang. Saat ini SMAN 2 Pandeglang sedang menggiatkan program Adiwiyata demi bersaing menjadi Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Banten. Program Adiwiyata merupakan salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Demi tercapainya program tersebut, pada 29 Maret 2016 SMAN 2 Pandeglang mengadakan Diklat Adiwiyata dengan tema “Sampah Membawa Berkah dan Pemanfaatan Toga Sebagai Obat Herbal”. Diklat Adiwiyata ini diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas dan inovasi warga sekolah dalam membuat obat herbal yang bernilai ekonomi. Kegiatan ini dilaksanakan di kampus SMAN 2 Pandeglang pada pukul 07.15 hingga 15.30, serta diikuti oleh 100 orang peserta, yang merupakan perwakilan dari guru, TAS (Tenaga Administrasi Sekolah), dan berbagai ekstrakurikuler di sekolah.

Pada kegiatan tersebut, peserta diberikan penjelasan dan pelatihan mengenai daur ulang sampah anorganik, seperti plastik, sedotan, gelas plastik, kaleng bekas, botol bekas, serta tutup botol untuk dijadikan karya seni yang dapat memberikan nilai estetis maupun nilai praktis dalam penggunaannya. Karya seni yang dihasilkan adalah kap lampu, hiasan dinding, mangkuk plastik, celengan, jam dinding, tirai, dan bunga kiko.

Dari kegiatan di atas, mendaur ulang sampah merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan dalam upaya melestarikan lingkungan. Mengapa sampah plastik yang di daur ulang? Sampah plastik termasuk sampah anorganik. Hal itu berarti bahwa sampah plastik tidak dapat dihancurkan oleh bakteri tanah. Sampah plastik akan bertahan sampai puluhan tahun, bahkan selama-lamanya tetap berada di dalam tanah, sehingga sampah plastik amat berbahaya bagi kesuburan tanah. Oleh karena itu, sampah plastik seharusnya dihancurkan dan tidak di buang sembarangan.

Setelah mendaur ulang sampah plastik, para peserta mengikuti diklat yang diisi oleh seorang pemateri dari CV. Ash Shohwah Herbal Pandeglang, yaitu H. Suhendar, S.P., yang kebetulan alumni SMAN 2 Pandeglang dan lulusan Fakultas Pertanian UGM yang berhasil membuat berbagai obat herbal hingga berhasil menembus pasar luar negeri. Dari materi yang disampaikan, H. Suhendar mengenalkan berbagai tanaman yang dapat dijadikan sebagai obat herbal, khususnya tanaman obat yang banyak tumbuh di daerah Pandeglang, seperti temulawak, jahe, bawang merah, bawang putih, pegagan, pepaya, dan sebagainya. Namun tidak hanya mengenalkan tanaman obat saja, ia juga menjelaskan khasiat apa saja yang terkandung di dalam setiap tanaman tersebut, serta menjelaskan bagaimana cara menggunakannya. Peserta juga diberi pelatihan mengenai pemanfaatan toga (Tanaman Obat keluarga) sebagai obat herbal, seperti herbal kutu rambut dan cream dari temulawak dan pegagan yang mempunyai khasiat untuk menghilangkan jerawat, noda hitam, bekas luka serta untuk melembapkan kulit.

Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, karena mereka banyak mendapatkan hal baru yang tidak mereka dapatkan dalam kegiatan di kelas. Kegiatan ini juga dapat memberikan motivasi bagi seluruh peserta untuk berinovasi dengan lingkungannya, serta memberi pembekalan dalam berkarya, sehingga dihasilkan karya yang bernilai ekonomi.

Published by Iwan Purnaman


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

Forum Multimedia Edukasi  www.formulasi.or.id
Apakah Website Sekolah ini bagus ?
Bagus sekali
Bagus
Kurang Bagus
Tidak Bagus
 
82239 Total Hits Halaman
28567 Total Pengunjung
47 Hits Hari Ini
9 Pengunjung Hari Ini
1 Pengunjung Online

Komunitas Edukasi

Forum Multimedia Edukasi www.formulasi.or.id